Bantencomunity’s Weblog

Juli 30, 2008

17 Tips Finansial Penting Bagi Wanita

Diarsipkan di bawah: wanita — by siti ifat @ 8:23 am
Tags: ,

Mungkin terdengar tidak adil, tetapi wanita terkadang mendapatkan ketidakuntungan ketika berhubungan dengan finansial. Meskipun perbedaan telah berkurang semenjak kira-kira 50 tahun lalu, tetap saja wanita menghasilkan lebih sedikit dibandingkan oleh pria. Tapi situasi tersebut tidaklah tanpa harapan. Banyak hal yang wanita bisa lakukan untuk mengamankan masa depan finansial mereka. Berikut adalah beberapa tips yang bisa menolong anda menambahkan kontrol dan kepercayaan diri anda ketika berhadapan dengan masalah finansial anda.

1. Buat sasaran finansial anda – Membuat setting sasaran bagi diri anda sendiri bisa menjadi salah satu hal paling penting dalam kesuksesan finansial anda. Mengetahui dimana anda ingin berakhir adalah langkah pertama untuk mencapainya. Maka, duduklah dan bayangkan apa yang menjadi sasaran besar finansial anda dan bagaimana anda merencanakannya untuk mencapainya. Pastikan anda mengevaluasi perkembangan anda sejalan waktu apakah anda tetap dalam jalur pastinya untuk bertemu dengan sasaran-sasaran anda. (lagi…)

Rampak bedug

Diarsipkan di bawah: seni dan budaya — by siti ifat @ 6:26 am

A. Pengertian Rampak Bedug

Kata ” bedug ‘ sedah tidak asing lagi bagi telinga bangsa Indonesia. Bedug hampir terdapat disetiap mesjid, sebagai alat atau benda informasi datangnya waktu sholat 5 waktu. Demikian juga dengan seni bedug semacam ngabedug atau ngadulag sudah akrab ditelinga kita. Tapi ” Rampak Bedug ” akan terasa asing , sebab ” Rampak Bedug ” hanya tedapat di daerah Banten. Kata ” Rampak ” mengandung arti ” serempak “, juga ” banyak ” jadi ” Rampak Bedug ” adalah seni bedug dengan menggunakan waditra berupa ” banyak ” bedug yang di tambuh secara ” serempak ” sehingga menghasilkan irama khas yang enak didengar. (lagi…)

garam dan telaga

Diarsipkan di bawah: Artikel — by siti ifat @ 5:35 am

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. (lagi…)

Didukung oleh WordPress.com